Pada hari Selasa, 09 Agustus 2022 Bappeda Kabupaten Asahan menyelengarakan Rapat Ekspose Laporan Akhir Penyusunan Profil Pembangunan Daerah Asahan Go Wisata yang bertempat di Aula SIDa Bappeda, dan dihadiri oleh OPD Terkait, Tenaga Ahli dari USU, Tokoh masyarakat, Anggota Tim Penguatan SIDa.
Rapat Ekspose Laporan Akhir ini dibuka oleh Sekretaris Bappeda, kemudian dilanjutkan dengan Paparan dari Bapak Paidi Selaku Tenaga Ahli dari USU. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa: Penyusunan Profil Pembangunan Asahan Go Wisata berupa Kajian Pengembangan Wisata di Kabupaten Asahan adalah dapat menjadi sebuah buku profil kepariwisataan di Kabupaten Asahan sekaligus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam rangka penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten Asahan (Ripparkab), berdasarkan nilai-nilai religius, adat istiadat, potensi daerah, sosial budaya, kondisi alam, karakteristik, daya tarik, isu-isu strategis, sumber daya pendukung, dan nilai-nilai luhur lainnya bagi pengembangan kepariwsataan di Kabupaten Asahan.
Langkah-langkah yang dilakukan agar mendukung profil pembangunan Asahan Go Wisata antara lain:
- Menetapkan 23 Daya Tarik Wisata menjadi Destinasi Wisata Kabupaten Asahan.
- Menetapkan Perbub/Perda untuk beberapa destinasi prioritas (One Stop Adventure Tourism).
- Merumuskan kawasan pengembangan pariwisata dan kawasan strategis pariwisata.
- Membentuk Kelompok-kelompok Sadar Wisata (dengan melibatkan masyarakat sehingga merasa memiliki tempat wisata)
- Membuat Calender Of Event.
- Memfasilitasi standarisasi industri dan usaha pariwisata.
- Membangun kerjasama untuk pengelolaan destinasi wisata.
- Membangun kerjasama dengan organisasi dan travel.
- Penguatan aktivitas promosi melalui media cetak, elektonik dan media lainnya.
- Menganalisis Kelayakan suatu bisnis atau proyek dengan melaksanakan Feasibility Study dengan tujuan dapat membantu meyakinkan para investor.
Kemudian dilanjutkan dengan berdiskusi bersama OPD terkait dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Asahan dan menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:
-
- Pengembangan diutamakan pada 4 Daya Tarik Wisata Prioritas (Asahan One Stop Adventure Tourism) diantaranya, Jeram Sungai Asahan, Air Terjun Ponot, Desa Wisata Tangga, dan Wisata Hutan Manggrove.
- Untuk Air Terjun Ponot dapat berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
- Untuk Hutan Manggrove telah mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan telah memiliki masterplan.
- Untuk Wisata religi harus membuat kajian ilmiah dengan membuat seminar dengan mengundang ahli sejarah (UNIMED), tokoh masyarakat untuk mengetahui sejarah titik nol di Pondok Bungur untuk MTQ, serta menetapkan masjid raya Datuk Bandar sebagai masjid tertua se-Sumatera Utara, baru hasil kajian dapat diajukan ke Provinsi penetapannya tersebut.
