Pada hari Selasa, 6 September 2022 Bappeda Kab.Asahan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Profil Pembangunan Daerah Ekonomi Mandiri. Kegiatan ini dibuka oleh Kabid Perencanaan Ekonomi Pembangunan dan dihadiri Oleh Dinas Kominfo, Dinas Kopdag, DinasPertanian, Dinas Perikanan, DinasPeternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketapang, Disnaker, Dinas Pemdes, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Bagian Perekonomian, Camat se Kab.Asahan dan Anggota Tim Penguatan SIDa yang bertempat di Aula Bappeda.
Kegiatan FGD ini diawali dengan pembukaan oleh Kabid Perencanaan Ekonomi Pembangunan dan dilanjutkan dengan paparan Laporan Akhir Penyusunan Profil Pembangunan Daerah Ekonomi Mandiri oleh Bapak Paidi selaku Tenaga Ahli dari USU. Beliau menyampaikan bahwa:
- Adanya perbedaan hasil penelitian dari peneliti dengan pemangku kepentingan.
- Dalam kajian ini yang diharapkan adalah Produk UMKM dikembangkan menjadi Potensi dan menjadi Produk unggulan desa, dan Jasa nya.
- Potensi Usaha yang dikelompokkan sebagai Produk unggulan dinilai dari pembobotannya
- Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan Camat terkait produk-produk unggulan desa, karena masih ada beberapa kecamatan yang masih berbeda produk unggulan yang ada di desanya dengan hasil penelitian. Contohnya di kecamatan Buntu Pane, dalam laporan hasil penelitian di sebutkan bahwa usaha ayam geprek merupakan produk unggulan di desa sionggang, padahal yang merupakan produk uggulan desa tersebut adalah Jambu Madu.
- Dari semua hasil pengelompokan potensi usaha unggulan di semua kecamatan di Kabupaten Asahan akan dirangking mana yang akan menjadi produk unggulan, dan akan ditambahkan sesuai masukan masukan dari Camat
